Dah pernah aku tulis, karena namaku Endang yang cukup pasaran, dihampir setiap lingkaran hidupku, pasti ada orang lain yang bernama Endang.
Gara-gara nama pula, seminggu yang lalu terjadi kegemparan di perumahanku.
Ceritanya sore itu ada mobil ambulans yang datang ke kompleks perumahanku. Mobil tersebut berhenti di depan rumah tetanggaku, crewnya, beberapa perawat, lengkap dengan masker dan sarung tangan, turun. Sopirnya juga turun dan nanya anak tetanggaku," rumah bu Endang yang mana?". Karena si anak masih kecil, dia teriak ke mamanya,"Ma, ada ambulan nyari tante Endang". Liat ambulan datang, juga perawat yang berpakaian "menyeramkan", tetanggaku langsung bingung dan memberitahu tetanggaku yang lain. Mengira ada hal buruk yang terjadi padaku, beramai-ramai para tetangga tersebut ke rumahku.
Diketuk-ketuk pintu rumahku. Sepi. Ketuk lagi. Sepi.
Tiba-tiba si sopir ambulan dapat telpon, nanyain kok ambulannya gak dateng-dateng.
Barulah semua sadar, Endang si calon penumpang ambulan adalah Endang yang tinggal di blok sebelah. Hanya karena nama!!!
Rabu, 17 Agustus 2011
Kamis, 21 Juli 2011
Hare gene ngajar pakai LKS?????
Tahun ajaran baru ini sungguh saat terburuk bagi perjalanan profesiku sebagai guru. Betapa tidak???
Setelah bertahun-tahun aku ngajar dan diberi kebebasan untuk menentukan buku apa yang bisa aku pakai di kelas agar bisa membuat siswa bisa BICARA sekaligus sesuai dengan materi yang harus dicover dalam kurikulum, tiba-tiba tahun ini aku DIPAKSA memakai buku tertentu. Aku tidak tahu atas dasar apa si penentu ini memilih buku yang tampilan covernya sudah tidak menarik, apalagi isinya. Masak untuk kelas 1, pelajaran pertama adalah (jreng..jreng..jreng..) NUMBERS. Aku hanya membayangkan, kalau kita ketemu anak kecil dan pengin tahu tentang dia, kita kan gak pernah nanya,"Aih..cantik sekali, ini angka berapa ya???". Pastilah kita bilang,"Halo cantik, namanya siapa?"
Karena sudah diputuskan, mau suka tidak suka, aku harus menjalankan keputusan.
Dan... tahun pelajaranpun dimulai. Pas masuk kelas 4, anak-anak dah duduk rapi, dengan buku siap diatas meja. Ketika kulihat, alamak...ada LKS disitu. Muridnya nanya,"Miss, kok bukunya jelek banget, gak seperti punya kakakku dulu. Huh..LKS".
Muridku aja bilang begitu, dalam hati aku juga bilang,"Hare gene ngajar pakai LKS????"
Mending kalau LKSnya bermutu. Ini....
Setelah bertahun-tahun aku ngajar dan diberi kebebasan untuk menentukan buku apa yang bisa aku pakai di kelas agar bisa membuat siswa bisa BICARA sekaligus sesuai dengan materi yang harus dicover dalam kurikulum, tiba-tiba tahun ini aku DIPAKSA memakai buku tertentu. Aku tidak tahu atas dasar apa si penentu ini memilih buku yang tampilan covernya sudah tidak menarik, apalagi isinya. Masak untuk kelas 1, pelajaran pertama adalah (jreng..jreng..jreng..) NUMBERS. Aku hanya membayangkan, kalau kita ketemu anak kecil dan pengin tahu tentang dia, kita kan gak pernah nanya,"Aih..cantik sekali, ini angka berapa ya???". Pastilah kita bilang,"Halo cantik, namanya siapa?"
Karena sudah diputuskan, mau suka tidak suka, aku harus menjalankan keputusan.
Dan... tahun pelajaranpun dimulai. Pas masuk kelas 4, anak-anak dah duduk rapi, dengan buku siap diatas meja. Ketika kulihat, alamak...ada LKS disitu. Muridnya nanya,"Miss, kok bukunya jelek banget, gak seperti punya kakakku dulu. Huh..LKS".
Muridku aja bilang begitu, dalam hati aku juga bilang,"Hare gene ngajar pakai LKS????"
Mending kalau LKSnya bermutu. Ini....
Rabu, 22 Juni 2011
Endang..oh..Endang
Mempunyai nama yang sangat umum ada untungnya, namun kadang-kadang sangat merepotkan. saking umumnya namaku, dilingkungan sosial manapun aku bergaul, pasti ada orang lain yang bernama sama. Karenanya, nama kami masing-masing perlu embel-embel agar tidak saling tertukar.
Dirumah, ada 2 orang Endang. Agar memudahkan, aku dipanggil Endang A karena nama suamiku Astanto, sedang Endang yang satu dipanggil Endang B alias Endang bambang.
Di tempat ngajar, ada 2 orang Endang juga, sehingga aku dikenal sebagai Endang Inggris. Yep..karena aku ngajar Bahasa Inggris.
Di Rumah Sakit, ada 6 orang nama Endang yang masing-masing bekerja di bagian yang berbeda-beda. Disini aku dilabeli Endang HLN, karena aku kerja di bagian Hubungan Luar Negeri. Saking banyaknya Endang disini, orang lain sering tertukar dalam memberi informasi maupun perintah. Bisa kebayang kan akibatnya? Pernah suatu hari Ibu Endang di bidang pelayanan dapat SMS dari bos besar yang sedang mengikuti meeting di Luar Negeri. Beliau diminta menterjemahkan beberapa kalimat untuk presentasi dengan cacatan "Cito" alias segera. Setelah beberapa saat kebingungan karena tidak paham materinya, juga karena tidak menguasai bhs Inggris, beliau menduga pasti si boss salah kirim sms. Pernah juga selagi enak-enak tidur, sekitar jam 2an malam aku dapat telpon. Tanpa ba bi bu si penelepon bilang," waduh mbak, kita keplesan je". "Keplesan?" tanyaku, dalam keadaan setengah sadar. Si penelepon ngomong macem-macem dan aku masih nggak ngeh, sampai dia bilang, "Ni orangnya masih di bangsal". Denger kata bangsal, aku jawab,"Mas, kayaknya njenengan (kamu) salah telpon deh. Pasti bukan endang saya yang pengin njenengan telpon, tapi mbak endang perawat. Ini Endang HLN". he..he..
Dirumah, ada 2 orang Endang. Agar memudahkan, aku dipanggil Endang A karena nama suamiku Astanto, sedang Endang yang satu dipanggil Endang B alias Endang bambang.
Di tempat ngajar, ada 2 orang Endang juga, sehingga aku dikenal sebagai Endang Inggris. Yep..karena aku ngajar Bahasa Inggris.
Di Rumah Sakit, ada 6 orang nama Endang yang masing-masing bekerja di bagian yang berbeda-beda. Disini aku dilabeli Endang HLN, karena aku kerja di bagian Hubungan Luar Negeri. Saking banyaknya Endang disini, orang lain sering tertukar dalam memberi informasi maupun perintah. Bisa kebayang kan akibatnya? Pernah suatu hari Ibu Endang di bidang pelayanan dapat SMS dari bos besar yang sedang mengikuti meeting di Luar Negeri. Beliau diminta menterjemahkan beberapa kalimat untuk presentasi dengan cacatan "Cito" alias segera. Setelah beberapa saat kebingungan karena tidak paham materinya, juga karena tidak menguasai bhs Inggris, beliau menduga pasti si boss salah kirim sms. Pernah juga selagi enak-enak tidur, sekitar jam 2an malam aku dapat telpon. Tanpa ba bi bu si penelepon bilang," waduh mbak, kita keplesan je". "Keplesan?" tanyaku, dalam keadaan setengah sadar. Si penelepon ngomong macem-macem dan aku masih nggak ngeh, sampai dia bilang, "Ni orangnya masih di bangsal". Denger kata bangsal, aku jawab,"Mas, kayaknya njenengan (kamu) salah telpon deh. Pasti bukan endang saya yang pengin njenengan telpon, tapi mbak endang perawat. Ini Endang HLN". he..he..
Selasa, 14 Juni 2011
Ngeblog Lagi
Setelah sekian lama gak bisa nge-blog karena kesalahan tekhnis, Alhamdulillah hari ini bisa nge-blog lagi.
Rabu, 03 November 2010
when everything went wrong
When everything went wrong, i feel so down.
When everything went wrong where should i turn my face on??
When everything went wrong where should i turn my face on??
Senin, 18 Oktober 2010
Selasa, 04 Mei 2010
untung saya bukan dokter
Beberapa saat yang lalu adik sepupuku dari luar kota telp. Dia bilang kalau anaknya penjaga sekolahnya kecelakaan dan dirawat di RS dimana saya bekerja. U info : sepupuku tinggal di Purwodadi, aku tinggal di Solo. Jarak tempuh Purwodadi-Solo sekitar 2 jam perjalanan pakai bis umum. Karena dia belum bisa nengok, maka dia minta tolong aku u nengokin si pasien. Aku sih OK saja.
Maka, keesokkan paginya, saya tengokin si pasien yang belum saya kenal dan sekalipun belum pernah saya lihat. Sebelum nyampai ke kamarnya, saya sempat mampir ruang perawat dan nyari info apa yang terjadi pada si pasien. Ternyata, dia mengalami spinal cord injury alias patah tulang belakang. Akibatnya, dia akan jadi lumpuh dan seumur hidup harus berada di kursi roda. Sudah dioperasi, tapi masih dalam masa pemulihan, dan sudah mulai dilatih oleh fisioterapis.
Setelah cukup ngobrol sama perawat jaga, sayapun masuk ke R. perawatan. Si pasien ternyata jauh dari dugaan saya. Saya pikir dia kurus kering, bermuka pucat dan kesakitan ( ha..ha..). Tapi, ternyata, dia bertubuh atletis : tinggi, besar ...punya sixpack!!! (yg terakhir hanya dugaanku). Gak kelihatan sih.
Setelah berkenalan, menanyakan keadaannya sampai ceritera gimana kecelakaan itu terjadi, si pasien bertanya,"Kapan ya saya bisa sembuh? Berapa lama saya harus berada diatas kursi roda?". Setelah kebingungan beberapa saat, akhirnya saya cuma bilang,"Nanti aja tanya sama dokternya yang lebih tahu".
Dalam hati saya berkata,"Untung saya bukan dokter". Saya tidajk bisa membayangkan bagaimana perasaan dokter, yang tiap saat harus menghadapi situasi seperti itu. Disatu sisi dituntut untuk tidak membohongi pasiennya, tapi disisi lain tetap harus menjaga motivasi dan semangat hidup pasien.
Setelah berkenalan, menanyakan keadaannya sampai ceritera gimana kecelakaan itu terjadi, si pasien bertanya,"Kapan ya saya bisa sembuh? Berapa lama saya harus berada diatas kursi roda?". Setelah kebingungan beberapa saat, akhirnya saya cuma bilang,"Nanti aja tanya sama dokternya yang lebih tahu".
Dalam hati saya berkata,"Untung saya bukan dokter". Saya tidajk bisa membayangkan bagaimana perasaan dokter, yang tiap saat harus menghadapi situasi seperti itu. Disatu sisi dituntut untuk tidak membohongi pasiennya, tapi disisi lain tetap harus menjaga motivasi dan semangat hidup pasien.
Langganan:
Entri (Atom)