Hari-hari hujan begini paling menyusahkan. Bukan hanya masalah tanah becek, udara super dingin, banjir (Alhamdulillah daerah saya gak kena), namun juga masalah kecil yang menyusahkan : cucian yang gak kering.
Itu juga yang terjadi waktu saya pulang ke mudik ke rumah ibu saya. Beliau tunggal di kaki gunung Sumbing. Musim penghujan begini matahari gak pernah muncul atau kalaupun muncul cuma 1 sampai 2 jam saja. Sehingga cucian belum tentu kering dalam 5 hari. Maklum, dirumah ibu saya, segala macam pakaian, seprai, handuk dsb dicuci secara manual, dikeringkan dengan air masih menetes-netes dan mengandalkan sinar matahari. Bisa dibayangkan kerepotan yang ditimbulkannya: bau apak, baju yang menumpuk, seragam yang belum siap pakai ketika dibutuhkan.
Seandainya saja Ibu saya mau menggunakan mesin cuci, mungkin keadaannya tidak akan begitu menyedihkan. Cucian-cucian beliau akan lebih cepat kering dengan bantuan mrsin pengeringnya. Tak kurang-kurang kakak-kakak saya membujuk beliau untuk membeli mesin cuci, tapi beliau keukeuh pada pendiriannya. Omelan (he..he..) semua anaknya tidak mempan. Sampai akhirnya kita semua, anak-anaknya, berencana mo beliin mesin cuci. Ketika beliau tahu rencana kita, bukannya beliau senang,...dengan nada agak tajam beliau bilang, " Aku gak mau beli mesin cuci bukan karena masalah uang. Hanya saja kalau aku beli mesin cuci, gimana Sumini mo nyekolahkan anaknya?". Oh..Ibu, betapa.... Sumini adalah tetangga kami yang bertugas mencuci pakaian ibu. Dia gak punya siapa-siapa untuk menghidupi dirinya sendiri dan menyekolahkan anaknya di SMA.
Jumat, 30 Januari 2009
Senin, 26 Januari 2009
Suamiku (kadang-kadang) dokter, tentara...pelaut
Tinggal sendirian diperumahan kadang-kadang menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian wanita, begitu pula bagi saya. Tahu kan..tiba-tiba suka ada salesman kompor gas yang tanpa ba bi bu langsung masuk dapur, atau penjual ABATE yang memaksa kita beli atas nama kelurahan atau dinas kesehatan, atau orang-orang dengan potongan "preman" yang maksa kita beli stiker partai tertentu, atau kalender organisasi kepemudaan tertentu. Pokoknya...ngeriii deh. Ngeri kalau kita gak mau beli trus kita diapa-kan, gitu, ngeri jangan-jangan sambil "dagang" dia juga liat-liat situasi rumah kita untuk lain kali datang lagi pas kita gak dirumah n dia bawa harta benda kita alias nyuri barang-barang kita.
Untuk menghadapi itu semua, kita mesti kreatif dan pintar menciptakan imej. Lho...emamnhmya perusahaan, atau calon caleg?? he..he..
Suatu siang, ada orang yang ketuk-ketuk pintu kenceng banget. Belum hilang kaget saya karena terbangun dari tidur, saya bukakan pintu, dan tambah kaget karena orang yang datang (2 orang bapak-bapak) langsung menggiring saya ke dapur trus langsung ngomong segala macam hal yang bertujuan agar saya beli selang pengaman, katup dll yang harganya selangit. Tapi yang menakutkan adalah bahasa tubuhnya. You know-lah, intimidating. Tapi alih-alih menunjukkan rasa takut, dengan santai saya bilang," Wah saya masak aja gak pernah pak". Dia ngejar,"Gak pernah? Lha gimana anak dan suaminya makan?". Saya bilang,"Itulah enaknya pak. Suami saya sedang perang, jadi saya gak perlu masak?" Dia ngejar lagi," Lho, emang suami ibu kerjanya apa?". Saya selalu berpendapat, kalau mo bo'ong ya sekalian aja, yang keren, gitu. Maka saya bilang,"Tentara Pak. Perwira. Jadi, meskipun suami saya gak ada, tapi anak buahnya selalu datang ngirim makanan ke saya. Enak kan pak jadi istri perwira". Langsung kedua orang itu angkat kaki. Hi..hi...
Lain hari, ketika sales ABATE ngeyel, saya bilang,"alah pak, ngapain saya beli ABATE. Lha wong suami saya itu dokter. Tiap kali dia bawa pulang ABATE". Manjur...si penjual langsung pergi.
Namun pengalaman ini yang membuat saya sangat-sangat terkejut. Ceritanya saat itu , pompa air dirumah macet, sehingga saya ngundang tukang untuk memperbaiki. Lha kok si bapak ini genit banget. Masak sambil cengar-cengir gak jelas dia bilang," Bu, kalau ditinggal suami apa gak kesepian? Kalau dia melaut itu berapa lama?". Hah....maksudnya...
Untuk menghadapi itu semua, kita mesti kreatif dan pintar menciptakan imej. Lho...emamnhmya perusahaan, atau calon caleg?? he..he..
Suatu siang, ada orang yang ketuk-ketuk pintu kenceng banget. Belum hilang kaget saya karena terbangun dari tidur, saya bukakan pintu, dan tambah kaget karena orang yang datang (2 orang bapak-bapak) langsung menggiring saya ke dapur trus langsung ngomong segala macam hal yang bertujuan agar saya beli selang pengaman, katup dll yang harganya selangit. Tapi yang menakutkan adalah bahasa tubuhnya. You know-lah, intimidating. Tapi alih-alih menunjukkan rasa takut, dengan santai saya bilang," Wah saya masak aja gak pernah pak". Dia ngejar,"Gak pernah? Lha gimana anak dan suaminya makan?". Saya bilang,"Itulah enaknya pak. Suami saya sedang perang, jadi saya gak perlu masak?" Dia ngejar lagi," Lho, emang suami ibu kerjanya apa?". Saya selalu berpendapat, kalau mo bo'ong ya sekalian aja, yang keren, gitu. Maka saya bilang,"Tentara Pak. Perwira. Jadi, meskipun suami saya gak ada, tapi anak buahnya selalu datang ngirim makanan ke saya. Enak kan pak jadi istri perwira". Langsung kedua orang itu angkat kaki. Hi..hi...
Lain hari, ketika sales ABATE ngeyel, saya bilang,"alah pak, ngapain saya beli ABATE. Lha wong suami saya itu dokter. Tiap kali dia bawa pulang ABATE". Manjur...si penjual langsung pergi.
Namun pengalaman ini yang membuat saya sangat-sangat terkejut. Ceritanya saat itu , pompa air dirumah macet, sehingga saya ngundang tukang untuk memperbaiki. Lha kok si bapak ini genit banget. Masak sambil cengar-cengir gak jelas dia bilang," Bu, kalau ditinggal suami apa gak kesepian? Kalau dia melaut itu berapa lama?". Hah....maksudnya...
Rabu, 14 Januari 2009
Pembunuhan karakter
Aku ingat betul hari itu. Jam 8 pagi dan aku sedang mengajar kelas 4. Ada sekitar 50 anak-anak usia 8-10 tahun didepanku. Kami belajar tentang "clothing" waktu itu: nama-nama pakaian (dalam bahasa Inggris), warna, dan sebagainya. Setelah menerangkan bagaimana berceritera tentang pakaian yang kita pakai saat itu, aku minta anak-anak untuk berfikir, mengingat-ingat pakaian yang mereka pakai saat itu untuk selanjutnya aku minta untuk bercerita di depan. Dengan antusias, anak-anak melakukan apa yang saya minta. Kelaspun jadi sunyi senyap. Tiba-tiba ada anak yang tunjuk jari sambil manggil namaku. Rupanya dia mo nanya. "Miss, celana dalamnya juga?" . Aku"????" Mendengar pertanyaan itu, ada dua hal yang terjadi (1) aku yang setengah mati menahan ketawa,dan (2) serempak wajah-wajah 50 anak memandangku dengan rasa ingin tahu, penasaran. Mereka semua menenti jawabanku. Melihat betapa seriusnya wajah mereka,aku jadi sadar, jika aku tadi benar-benar tertawa, maka aku sudah membunuh karakter rasa ingin tahu anak, jiwa yang berani mengutarakan pikirannya. Karena jika aku ketawa maka, (1) anak-anak akan merasa aku orang paling aneh sedunia, kok ditanya gitu malah ketawa kaya orang gila aja, atau (2) siswa yang bertanya akan merasa sangat malu karena aku tertawakan. Lain waktu,pasti dia akan merasa gak enak untuk bertanya, tidak hanya pada aku,tapi mungkin pada guru-guru lain, atau parahnya pada orang lain.
Kalau dipikir-pikir lagi, hari itu aku telah menyelamatkan jiwa bebas, yang mudah-mudahan bisa berkembang. Selamanya.
Kalau dipikir-pikir lagi, hari itu aku telah menyelamatkan jiwa bebas, yang mudah-mudahan bisa berkembang. Selamanya.
Minggu, 11 Januari 2009
Inikah wajah kita????
Saya punya murid. Saya tahu dia seorang yang religious. Itu kelihatan dari kata-katanya, tingkah lakunya dan kegiatan keagamaannya. Dalam berpendapat, dia selalu menggunakan kata-kata yang cerdas dan santun, mengutarakannya dengan jernih ndan tenang, tidak pernah meledak-ledak. Dia adalah jenis murid yang akan disukai oleh guru manapun dan apapun. Menurut saya dia adalah seseorang yang berperilakju bagus dan berakhlak bagus pula.
Sampai suatu sore, saya bertemu dan ngobrol sama dia. Saya tanya,"Jadi, apa kesibukan anda sekarang?". Dia jawab,"Yah..nyambi-nyambi jualan buku". "Buku apa?" saya tanya. Buku-buku murah Miss. Ya ada Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, Sang Pemimpi...banyaklah. Pokoknya tembakan buku-buku laris-lah". "Ha??? Bukannya itu ilegal?" saya tanya. "Iya sih, tapi banyak orang yang beli lho. Kan murah. Banyak kok mahasiswa yang beli. Kan untung saya" "Bukannya itu haram? Tidak sayang sholatnya? 40 hari sholat gak ada artinya lho" Saya bilang. "Gimana ya, saya butuh uangnya" dia bilang. Akhirnya kita ngebahas panjang lebar masalah ini, dengan dia tetap keukeuh menjalankan bisnis ini. Satu hal yang membuat saya benar-benar prihatin, ketika dia bilang,"ya.. semua orang juga melakukan hal yang sama Miss. Saya tahu ini haram, saya tahu ini ilegal ("makanya jangan sampai ketahuan yang berwajib", dia bilang), tapi saya kan dapat uang lumayan. Lagian semua orang melakukannya".
Inikah potret anak muda kita?? Apakah mereka begitu karena kita-kita yang lebih tua yang mereka contoh?? Jadi.....inikah wajah kita??? Saya jadi khawatir, jangan-jangan memang seperti itulah kita. Membutakan mata, mematikan hati hanya karena uang dan karena orang lain melakukannya.
Sampai suatu sore, saya bertemu dan ngobrol sama dia. Saya tanya,"Jadi, apa kesibukan anda sekarang?". Dia jawab,"Yah..nyambi-nyambi jualan buku". "Buku apa?" saya tanya. Buku-buku murah Miss. Ya ada Laskar Pelangi, Ayat-ayat Cinta, Sang Pemimpi...banyaklah. Pokoknya tembakan buku-buku laris-lah". "Ha??? Bukannya itu ilegal?" saya tanya. "Iya sih, tapi banyak orang yang beli lho. Kan murah. Banyak kok mahasiswa yang beli. Kan untung saya" "Bukannya itu haram? Tidak sayang sholatnya? 40 hari sholat gak ada artinya lho" Saya bilang. "Gimana ya, saya butuh uangnya" dia bilang. Akhirnya kita ngebahas panjang lebar masalah ini, dengan dia tetap keukeuh menjalankan bisnis ini. Satu hal yang membuat saya benar-benar prihatin, ketika dia bilang,"ya.. semua orang juga melakukan hal yang sama Miss. Saya tahu ini haram, saya tahu ini ilegal ("makanya jangan sampai ketahuan yang berwajib", dia bilang), tapi saya kan dapat uang lumayan. Lagian semua orang melakukannya".
Inikah potret anak muda kita?? Apakah mereka begitu karena kita-kita yang lebih tua yang mereka contoh?? Jadi.....inikah wajah kita??? Saya jadi khawatir, jangan-jangan memang seperti itulah kita. Membutakan mata, mematikan hati hanya karena uang dan karena orang lain melakukannya.
Minggu, 21 Desember 2008
a bad turned to be the best day
Dalam hidup ini, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita, apa yang akan kita alami serta apa yang akan kita dapat. Kadang-kadang kita berpikir dan merasa suatu keadaan begitu menekan kita sampai kita merasa menjadi orang yang paling celaka, orang yang paling sial dan paling tidak bahagia. Padahal......
Itu yang saya alami beberapa saat lalu. Ceritanya setelah malam sebelumnya nglembur pekerjaan sampai larut malam, pagi-pagi sekali saya berangkat ke kantor. Biasanya saya ngantor jam 9 tetapi karena pagi itu ada meeting penting dengan orang-orang bule, maka saya datang jam 7. Begitu sampai kantor, masih di tempat parkir, saya ingat kalau USB dimana kerjaan yang malam sebelumnya saya lembur sampai terkantuk-kantuk, yang merupakan bahan meeting pagi itu, tidak saya bawa!!! Reaksi pertama saya....KESAALLL bgt.
Dengan hati dongkol saya balik lagi ke rumah yang memerlukan waktu 15 menit. Untuk bolak-balik berati saya menghabiskan waktu 30 menit useless. Didepan gang mo masuk rumah, saya melihat tetangga saya sedang berjalan dengan 2 putri kecilnya yang sedang menangis. Dia menghentikan saya dan minta tolong diantar ke sekolah putrinya. Ternyata dia menangis karena kepanasan. Begitu masuk mobil dan merasakan AC, dia langsung diam. He..he.. dasar manja.
Maka begitulah, setelah ngambil USB, saya nganter mereka kesekolah. Sepanjang jalan, dengar celotehan 2 anak kecil itu membuat hati ringan dan ngembira. Lupa deh kejengkelan karena harus bolak-balik ke rumah.
Namun rupanya, kesialan saya belum berakhir. Pas mo ngeprint bahan meeting dari USB tadi, eh...printernya ngadat. Ya terpaksa pergi ke bagian lain, numpang ngeprint. Pas disitu, tiba-tiba ada makanan dateng. Rupanya ada yang ulang tahun. Sarapan, eh..brunch gratis deh.. Keberuntungan saya juga belum berakhir sampai disitu. Setelah sarapan dan ngeprint, eh..ada teman yang masuk bawa kaos dari salah satu provider telepon selular yang bisa didapat dengan gratis kalau kita beli kartu perdananya sebesar Rp. 10.000. Jadi deh saya beli satuu. Dapat pulsa Rp. 15.000 plus kaos gratis. Alhamdulillah...
Pada saat pulang kantor saya merasa, ternyata hari itu banyak sekali hal-hal menyenangkan yang terjadi, meskipun pada awalnya kesialan menimpa saya.
Itu yang saya alami beberapa saat lalu. Ceritanya setelah malam sebelumnya nglembur pekerjaan sampai larut malam, pagi-pagi sekali saya berangkat ke kantor. Biasanya saya ngantor jam 9 tetapi karena pagi itu ada meeting penting dengan orang-orang bule, maka saya datang jam 7. Begitu sampai kantor, masih di tempat parkir, saya ingat kalau USB dimana kerjaan yang malam sebelumnya saya lembur sampai terkantuk-kantuk, yang merupakan bahan meeting pagi itu, tidak saya bawa!!! Reaksi pertama saya....KESAALLL bgt.
Dengan hati dongkol saya balik lagi ke rumah yang memerlukan waktu 15 menit. Untuk bolak-balik berati saya menghabiskan waktu 30 menit useless. Didepan gang mo masuk rumah, saya melihat tetangga saya sedang berjalan dengan 2 putri kecilnya yang sedang menangis. Dia menghentikan saya dan minta tolong diantar ke sekolah putrinya. Ternyata dia menangis karena kepanasan. Begitu masuk mobil dan merasakan AC, dia langsung diam. He..he.. dasar manja.
Maka begitulah, setelah ngambil USB, saya nganter mereka kesekolah. Sepanjang jalan, dengar celotehan 2 anak kecil itu membuat hati ringan dan ngembira. Lupa deh kejengkelan karena harus bolak-balik ke rumah.
Namun rupanya, kesialan saya belum berakhir. Pas mo ngeprint bahan meeting dari USB tadi, eh...printernya ngadat. Ya terpaksa pergi ke bagian lain, numpang ngeprint. Pas disitu, tiba-tiba ada makanan dateng. Rupanya ada yang ulang tahun. Sarapan, eh..brunch gratis deh.. Keberuntungan saya juga belum berakhir sampai disitu. Setelah sarapan dan ngeprint, eh..ada teman yang masuk bawa kaos dari salah satu provider telepon selular yang bisa didapat dengan gratis kalau kita beli kartu perdananya sebesar Rp. 10.000. Jadi deh saya beli satuu. Dapat pulsa Rp. 15.000 plus kaos gratis. Alhamdulillah...
Pada saat pulang kantor saya merasa, ternyata hari itu banyak sekali hal-hal menyenangkan yang terjadi, meskipun pada awalnya kesialan menimpa saya.
Minggu, 29 Juni 2008
Candi Gedong Songo
| Kamis minggu lalu aku dan teman-teman guru refreshing bersama. Kita pergi ke Candi Gedong Songo. Meskipun hanya berjarak sekitar 40 km dari Solo, tapi inilah pertama kalinya aku ke GS. Kesanku? .....Bagus banget daerahnya. Udaranya sejuk, pemandangannya hijau tapi sayangnya...bau tahi kuda! Yeck ....emang bau banget. Bagi yang belum pernah kesana nich, ini sedikit gambaran. GS itu berupa candi yang berjumlah 9 (that's why the place is called Gedong Songo because in Javanese Songo means nine) dan tempatnya tersebar di perbukitan. So, candi ke 1 ada dibawah bukit, candi ke 2 ada ditengah bukit, candi ke 3, 4 dan 5 ada di puncak bukit jadi we have to climb the hill trus kita harus turun bukit dan naik bukit yang lain lagi untuk bisa melihat candi yang ke 6 sampai 9. Di candi yang ke 8 itu, pemandangan dan situasinya bagus banget. Didepan kita ada candi, dibelakang kita ada pohon-pohon cemara. Suasananya tenang banget. Ada suara cemara berdesir karena tiupan angin. Rasanya pengin berlama-lama disitu: membaui harumnya cemara, mendengarkan desiran suaranya, menikmati sejuknya udara. Hm...... Turun kebawah, sambil istirahat kita makan jagung rebus dari pedagang yang mangkal di dekat loket masuk. Yummy!! Oya, hubungannya dengan tahi kuda.... Kebayang kan, karena letaknya yang begitu rupa, tidak semua pengunjung tahan berjalan naik turun bukit. Nah bagi mereka, pengelola bekerja sama dengan penduduk setempat menyediakan kuda sehingga pengunjung bisa tetap melihat ke-9 candi tersebut tanpa harus lelah-lelah berjalan kaki. Jalan kuda itu sama dengan trek untuk pejalan kaki dan kuda-kuda tersenut tidak diberi "Celana" sehingga ....yah, kalau panggilan alam mengharuskan, they just do there (gak mubngkin kam kalau mereka ke kamar mandi???) sehingga tahi-mya berceceran. JOROK BANGET. Tips bagi pengunjung: Pakailah sepatu kets. It will protect your feet from being contaminated by thet disgusting thing. He...he... Tapi bagaimanapun, It was really fun and nice experience that I had . |
Rabu, 11 Juni 2008
Bike to work? eh....dikejar anjing.
Beberapa saat terakhir ini aku nyoba ber-Bike to work. Itu kulakukan karena aku cinta alam and want to do something for the environment to reduce glaobal warming dan juga untuk ngirit ongkos (he..he.. ini yang utama sebenarnya, karena BBM naik dan aku hanya guru yang identik dengan gaji kecil).
Maka begitulah, hari Selasa kemarin aku pergi ngajar naik sepeda. Pulang ngajar udah malem, jam 8:30an, gitu. Karena takut lewat jalan besar, aku ambil jalan kampung. Seperti di kampung manapun di Jawa (karena aku blm pernah tinggal di luar jawa n gak tahu kebiasaan masyarakat menengah kebawahnya, maka aku gak bilang dimanapun di Indonesia. ha..ha..), malam-malam begitu banyak orang duduk-duduk nongkrong dipinggir jalan. Dari anak-anak, orang muda sampai orang-orang lanjut usia!! Dari yang hanya bercanda, main gitar sampai yang bengong tanpa saling bicara meskipun duduk bergerombol. Kayak orang menghadiri pemakaman aja.
Nah, tengah enak-enaknya pedal my bicycle while trying to enjoy everything around me, suddenly....guk..guk..gukk!! AKU DIKEJAR ANJING... Walah, saking kagetnya, otomatis aku angkat kedua kakiku agar gak digigit sama itu anjing. Akibatnya..oh, sepedaku jalan ditempat n oleng kekiri ke kanan, sementara si anjing dengan semangat 45 masih menggonggong sambil ngejar aku. Aduh....
Maunya Bike to work, gak taunya malah dikejar anjing.
Maka begitulah, hari Selasa kemarin aku pergi ngajar naik sepeda. Pulang ngajar udah malem, jam 8:30an, gitu. Karena takut lewat jalan besar, aku ambil jalan kampung. Seperti di kampung manapun di Jawa (karena aku blm pernah tinggal di luar jawa n gak tahu kebiasaan masyarakat menengah kebawahnya, maka aku gak bilang dimanapun di Indonesia. ha..ha..), malam-malam begitu banyak orang duduk-duduk nongkrong dipinggir jalan. Dari anak-anak, orang muda sampai orang-orang lanjut usia!! Dari yang hanya bercanda, main gitar sampai yang bengong tanpa saling bicara meskipun duduk bergerombol. Kayak orang menghadiri pemakaman aja.
Nah, tengah enak-enaknya pedal my bicycle while trying to enjoy everything around me, suddenly....guk..guk..gukk!! AKU DIKEJAR ANJING... Walah, saking kagetnya, otomatis aku angkat kedua kakiku agar gak digigit sama itu anjing. Akibatnya..oh, sepedaku jalan ditempat n oleng kekiri ke kanan, sementara si anjing dengan semangat 45 masih menggonggong sambil ngejar aku. Aduh....
Maunya Bike to work, gak taunya malah dikejar anjing.
Langganan:
Postingan (Atom)